Wednesday, September 7, 2011

Defenisi Hipotesis

            Istilah hipotesis berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata hupo dan thesis. Hupo artinya sementara, atau kurang kebenarannya atau masih lemah kebenarannya. Sedangkan thesis artinya pernyataan atau teori.
Hipotesis pada dasarnya merupakan suatu proposisi atau anggapan yang mungkin benar, dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan / pemecahan persoalan ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut. Anggapan /  asumsi dari suatu hipotesis juga merupakan data, namun karena adanya kemungkinan kesalahan, maka apabila akan digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan harus diuji terlebih dahulu dengan menggunakan data hasil observasi. Untuk dapat diuji, suatu hipotesis haruslah dinyatakan secara kuantitatif (dalam bentuk angka).
Untuk menguji hipotesis, digunakan data yang dikumpulkan dari sampel, sehingga merupakan data perkiraan (estimate). Itulah sebabnya, keputusan yang dibuat dalam menolak / tidak menolak hipotesis mengandung ketidakpastian (uncertainty), maksudnya keputusan bisa benar dan bisa juga salah. Adanya unsur ketidakpastian menyebabkan probabilitas. Pengujian hipotesis erat kaitannya dengan pembuatan keputusan.
Dalam “menerima” atau “menolak” suatu hipotesis yang kita uji, ada satu hal yang harus dipahami bahwa penolakan suatu hipotesis berarti menyimpulkan bahwa hipotesis itu salah, sedangkan menerima suatu hipotesis semata-mata mengimplikasikan bahwa statistiawan atau peneliti sering mengambil suatu pernyataan yang diharapkan akan ditolaknya sebagai hipotesisnya.
Hipotesis yang dirumuskan dengan harapan akan ditolak menggunakan istilah hipotesis nol. Penolakan hipotesis nol (dilambangkan dengan H0) mengakibatkan penerimaan suatu hipotesis alternatif, yang dilambangkan dengan Ha.
Hipotesis nol mengenai suatu parameter harus didefenisikan sedemikian rupa sehingga menyatakan dengan pasti sebuah nilai bagi parameter itu, sementara hipotesis alternatifnya membolehkan beberapa kemungkinan lainnya.
Jadi, bila H0 menyatakan bahwa probabilitas suatu pendugaan adalah 0,5, maka hipotesis alternatifnya Ha dapat berupa P > 0,5, P < 0,5 atau P ≠ 0,5.

Sumber:
Supranto, J. Statistik Teori dan Aplikasi. Penerbit Erlangga. 2009.
Usman, husaini dan Akbar, R. P. Setiady, Pengantar Statistika. Bumi Aksara. 2008.

No comments: